



Gudang yang Dibiarkan Apa Adanya
Bangunannya bekas gudang tahun 1990-an. Struktur dan instalasi kami biarkan terekspos, dan anggarannya dialihkan ke akustik serta pencahayaan alih-alih menutupi bangunannya.
Keputusan itu juga menghemat waktu. Tidak ada yang perlu dilapisi atau ditutup dengan boks, sehingga tim fit-out bisa mulai mengerjakan finishing hampir segera setelah survei selesai.
Merencanakan Cara Orang Benar-Benar Bekerja di Sini
Lantai co-working hidup atau matinya ditentukan oleh kebisingan dan gangguan, sehingga zonasi kami perlakukan sebagai masalah desain yang sesungguhnya.
Pembagian Zona Berdasarkan Kebisingan
Area kerja tenang ditempatkan paling jauh dari pintu masuk, dengan lounge dan bilik telepon meredam lalu lalang di antaranya. Keluhan anggota soal kebisingan berhenti sebulan setelah dibuka.
Pintu Masuk yang Memperlambat Langkah
Lounge sengaja memutus garis pandang langsung dari pintu masuk ke area meja kerja, sehingga anggota yang datang berhenti sejenak, bukan langsung melewati ruangan yang penuh orang sedang fokus.
Ringkasan Fit-Out
Lingkup pekerjaan mencakup struktur, instalasi, dan furnitur, dikerjakan dalam satu program berkelanjutan.
- Panel akustik plafon yang digantung dari struktur terekspos
- Enam bilik telepon tertutup dan dua ruang rapat yang bisa dipesan
- Green wall bertanaman yang membagi area meja kerja terbuka
- Lampu task di setiap meja, berlapis di bawah skylight
Satu Tahun Beroperasi
Tingkat okupansi melewati target dua belas bulan operator pada bulan ketujuh, dan bilik telepon kini menjadi fasilitas yang paling sering dipesan di lantai ini.
Kami membangun kantor yang tampilannya paling ramai di Kemang dan entah bagaimana justru menjadikannya yang paling tenang untuk benar-benar bekerja.
